
SOE-flobamora.news.com, 21 Oktober 2026, Di tengah hiruk-pikuk proses seleksi calon prajurit TNI AD di Makodim 1621/Timor Tengah Selatan, ada satu momen sederhana yang justru menyentuh hati siapa pun yang melihatnya. Bukan karena nilai ujian yang sempurna atau fisik yang tegap, melainkan sebuah tulisan tangan di tas berwarna cokelat milik seorang calon siswa (Casis).
“Untuk Mama? Doakan saja anakmu ini Mama? Soal gagal dan mati itu urusanku dengan Tuhan.”
Kalimat itu begitu sederhana, namun begitu dalam maknanya. Saat Komandan Kodim 1621/TTS, Letkol Czi Ari Setiawan Wibowo, membacanya, ia terdiam sejenak. Tanpa pikir panjang, ia menghampiri sang pemuda dan memeluknya, sebuah pelukan yang tulus, penghargaan bagi sebuah tekad yang luar biasa.
“Tulisan itu bukan sekadar rangkaian kata. Itu adalah gambaran tekad seorang anak yang rela mempertaruhkan segalanya demi menggapai cita-cita dan membanggakan ibunya,” ujar Letkol Ari dengan nada haru.
Menurut Dandim, menjadi prajurit tidak hanya tentang fisik yang kuat, tetapi mental yang baja dan semangat yang pantang menyerah. Nilai-nilai itulah yang terlihat jelas dari sosok pemuda tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.