Dengan adanya wacana kebijakan tersebut, Gonzalo berharap, OMK harus menjadi pilar penting mendukung dan membantu program-program pemerintah dalam membangun daerah.
OMK diminta untuk ikut berperan aktif peduli terhadap isu-isu Kemanusiaan yang ada di lingkungan tempat masing-masing mulai dari kesehatan ibu hamil, kesehatan anak dan balita hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Pemerintah Kabupaten Nagekeo kata Gonzalo, terus bersinergi dengan gereja dalam menyukseskan program Pertobatan Ekologis yang digaungkan almarhum Paus Fransiskus melalui ensiklik Laudato Si berkaitan dengan sampah, air bersih, termasuk isu geothermal.
“Saya berharap, melalui Mbay Youth Day, lahirlah Orang Muda Katolik Nagekeo yang memiliki karakter kuat, berintegritas, kreatif, berdaya saing, namun tetap rendah hati dan berakar pada iman. Sebab, masa depan Gereja dan daerah ini ada di tangan kalian” katanya.
Sementara Vikep Kevikepan Mbay RD. Asterius Lado berharap kegiatan Mbay Youth Day nantinya menghasilkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat wadah OMK. Selain itu diharapkan mampu meningkatkan jumlah OMK yang militan, yang tidak suam suam kuku.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
