Daerah  

Wartawan TTS Keluhkan Sikap Arogan Oknum Staf Humas Pemkab, Kerja Jurnalistik Terhambat

IMG 20251022 WA0002

 

Menurut para jurnalis, oknum staf Humas tersebut diduga melakukan tindakan yang menghambat kerja jurnalistik. Beberapa wartawan mengaku dibentak dan tidak diberi ruang yang memadai untuk mengambil gambar kegiatan yang dihadiri oleh Bupati TTS beserta sejumlah pejabat penting lainnya.

 

“Salah satu rekan kami bahkan mengalami perlakuan kurang menyenangkan, yakni dibentak saat hendak mengambil gambar,” ungkap salah seorang wartawan yang enggan disebutkan namanya.

 

Marfin Honin, wartawan dari media Penakita, menyampaikan rasa penyesalannya atas kejadian tersebut. Ia berharap agar bagian Humas dan Protokol Setda TTS dapat lebih terbuka dan memahami fungsi serta peran wartawan yang diundang untuk meliput kegiatan-kegiatan pemerintah daerah.

 

“Kami berharap Pak Kabag Humas dapat memberikan penegasan terkait hal ini. Jika kami diundang untuk melakukan peliputan, mohon kiranya kami diberikan ruang sepenuhnya untuk mengambil gambar. Jika staf Humas justru mendominasi tempat dan menghalangi kami, bagaimana kami bisa mendapatkan gambar-gambar penting yang dibutuhkan? Kami juga bisa ditegur oleh redaktur jika hasil liputan kami tidak maksimal,” ujar Marfin.

 

Ia menambahkan, “Contohnya seperti yang terjadi kemarin, saat acara penyerahan alsintan. Kami kesulitan untuk mengambil gambar Bupati dan pejabat lainnya karena posisi kami selalu terhalang oleh staf Humas. Jika memang Humas ingin meliput sendiri, sebaiknya tidak perlu mengundang kami. Ini adalah masukan konstruktif agar ke depannya kita bisa bekerja sama dengan lebih baik dan profesional.”

 

Senada dengan Marfin, Mega Ngefak, wartawan dari media SpektrumNTT, juga menyoroti sikap kurang bersahabat dari staf Humas yang dinilai arogan saat sesi pengambilan gambar.

 

“Kemarin, ada teman kami yang meminta fotografer Humas untuk sedikit menggeser posisinya agar tidak menghalangi pengambilan gambar. Namun, staf Humas tersebut justru marah dan berkata ‘Beta Humas!’. Kami semua tahu bahwa dia adalah staf Humas, tetapi cara penyampaiannya sangat tidak baik. Setiap kali kami ingin mengambil foto, dia selalu berdiri paling depan dan enggan untuk bergeser,” keluh Mega.

 

Para wartawan berharap agar Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda TTS dapat memberikan teguran dan pembinaan kepada stafnya. Tujuannya adalah agar hubungan kerja antara pemerintah daerah dan insan pers dapat tetap terjalin harmonis dan profesional, sehingga tercipta sinergi yang positif dalam membangun daerah.



Exit mobile version