Beranda Wisata Budaya Anggota Komisi II DPRD NTT Gelar Kunjungan ke Tujuh Destinasi Wisata

Anggota Komisi II DPRD NTT Gelar Kunjungan ke Tujuh Destinasi Wisata

142
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Privinsi melalakukan serangkaian kunjungan kerja diberbagai daerah. Pasalnya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan Tujuh Destinasi wisata baru. Kunjungan ke Desa Koanara di kawasan Moni Kabupaten Ende pada, Selasa,(11/02/2020),

Ke Tujuh destinasi wiasata yang ditetapkan oleh pemerintah antara lain:

1. Kabupaten Ende di kawasan Moni.

2. Kabupaten Sumba Timur di Pramaidita.

3. Kabupaten Lembata di Lamalera.

4. Kabupaten Kupang di Diliman.

5. Kabupaten Timor Tengah Selatan di Fatumnasi.

6. Kabupaten Rote Ndao dengan destinasi Mulut Seribu,

7. Kabupaten Alor di kawasan Moru.

Kawasan Moni yang terletak di Desa Koanara Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende, mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia bahkan dunia lebih khususnya masyarakat di pulau Flores. Kawasan ini menjadi teras utama depan dari danau yang telah terkenal di seluruh dunia dengan danau triwarna (tiga warna) Kelimutu.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT melalui komisi II, turun langsung memantau Program perkembangan pembangunan destinasi baru di kabupaten Ende tersebut.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Alfonsius Ara Kian, S.Fil/ yang ikut dalam pemantauan tersebut mengatakan, Desa Koanara yang masuk dalam kawasan Moni untuk destinasi baru dan telah dibangun cottage diatas lahan pemerintah provinsi yang memiliki lahan seluas Delapan hekta are di kawasan tersebut.

” Ada 2 lahan, lahan pertama seluas Lima hekta are, ini yang sudah kita bangun yakni Empat cottage, Satu resto dan Tiga Lopo. Sedangkan lahan kedua seluas Tiga hekta are sudah ada cottagenya dan dikelola oleh pemerintah kabupaten Ende”, jelas Alfons.

Ditambahkannya bahwa program ini dilakukan langsung oleh masyarakat dan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan dana disiapkan oleh pemerintah provinsi. Sistem yang digunakan adalah bagi hasil. 90 % untuk desa dan 10% untuk PAD provinsi. Intinya masyarakat setempat mendapat manfaat dari program ini.

Sementara itu Ketua Komisi II, Drs.Kasimirus Kolo, M.si , menyampaikan bahwa Desa kawasan Moni khususnya Koanara patut bersyukur kepada pemerintah provinsi karena telah ditetapkan dalam program Tujuh destinasi baru di NTT.

“Kami berharap kehadiran program tersebut membawa rangsangan untuk meningkatkan ekonomi masyakat di sini. Karena itu harus direncanakan dengan baik melalui Badan Usaha Milik Desa (bumdes) sehingga menjadi penyangga utama Kelimutu itu sendiri”, kata Kasimirus.

“Kembangkan terus segala keunggulan lokal daerah ini karena keunggulan ini belum tentu dimiliki daerah lain. Desa-desa disini harus kolaborasi dan bekerjasama untuk membangun agar menjadi pusat perekonomian wisata yang baru”, pinta kasimirus.

“Berbagai kekurangan yang ada akan ditindaklanjuti bersama dengan Dinas pariwisata antara lain, masalah ketersedian air bersih pada kawasan moni. Segala kekurangan sudah kami rekam. Sekembali ini kami akan panggil Dinas Pariwisata untuk kita diskusikan lebih lanjut terkait Tujuh destinasi ini. Bangunan, alam boleh bagus dan menarik tetapi jika air tidak ada air, orang jelas tidak akan datang”, tegas politisi Nasdem tersebut.

Untuk di ketahui, komisi II akan melanjutkan pemantauan ke Wae Kelambu guna memantau pembibitan ikan Kerapu dan instalasi di Boawae.
Hadir pada kesempatan tersebut antara lain anggota DPRD Thomas Tiba, S. Ag, Patrianus Lali Wolo, Cornelis Feoh, Johanis Lakapu, Obet Naitboho, Reni Marlina Un, Dominikus A. rangga Kaka, Moh. S. puarake, Bernadus Taek, Camat Kelimutu beserta jajaran, Staf bidang lingkungan hidup.


Reporter: Robert/HUMAS DPRD


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here