“Lopo” Sebagai Lumbung dan Tempat Menenun Perempuan Timor

FlobamoraNews

KEFAMENANU, Flobamora-news.com – Setiap rumah Orang Timor khususnya di Kabupaten TTU Prov Nusa Tenggara Timur pasti memiliki Lopo di halaman rumah . Lopo ditopang oleh empat tiang kokoh dari kayu bulat dan atap kerucut dari daun alang-alang.

Lopo memiliki fungsi ganda, sebagai tempat penyimpanan hasil kebun (padi dan jagung) dan barang kebutuhan lainnya sekaligus tempat warga serta keluarga bertukar pikiran. Lopo sangat efektif sebagai tempat berteduh dari panas terik matahari dan hujan.

Lopo sebagai lumbung diibaratkan sebagai perempuan dan Rumah sebagai laki laki dan merupahkan satu kesatuan utuh bagi Warga Timor di Kecamatan Bikomi Selatan Kab Timor Tengah Utara (TTU)

Baca Juga :  Suzuki All New Ertiga Didukung Mesin Baru K15B Lebih Irit dan Ringan

“Lopo sudah warisan nenek moyang kami. Gunanya sebagai tempat simpan hasil panen dan juga tempat berkumpul,” ujar Manue Funan, Tetua Adat di Desa Naiola Kec Bikomi Selatan, Sabtu/2 Juni 2018.
Lopo juga menjadi tempat menenun bagi para perempuan Timor yang Ingin merajut dan menenun Kain Tenun Ikat dan sebagai wadah menerima tamu sebelum masuk ke dalam rumah.

Lanjut Tua Adat Manue, “Tiang penyangga lopo berupa bulatan yang terbuat dari kayu yang berfungsi untuk menghalangi jalan atau masuknya tikus atau kucing yang Ingin mengambil hasil panen yang disimpan di lopo “.

Baca Juga :  Gubernur NTT Pamitan dan Ucapkan Terima Kasih

Fungsi Lopo tidak hanya itu. Lopo juga menjadi tempat bagi warga membahas setiap persoalan yang dihadapi. Termasuk gotong-royong di desa biasanya warga berkumpul di Lopo untuk membahasnya. Atau saat ada upacara adat, segala persiapan dibahas bersama di Lopo. (*/dure)

Tulisan ini berasal dari redaksi