Makna Hamata para Tamu Undangan ETMC 2019

FlobamoraNews

BELU, Flobamora-news.com – El Tari Memorial Cup (ETMC) 2019 sebentar lagi akan bergulir di Kabupaten Malaka. Sebagai tuan rumah, Pemda Malaka yang dinakodai oleh Stefanus Bria Seran terus melakukan berbagai cara untuk meningkatkan semaraknya acara dua tahunan di Provinsi NTT tersebut.

Mulai dari mempersiapkan stadion, panitia penyelenggara, keamanan, fasilitas penginapan peserta, akomodasi transportasi saat pertandingan, dan beberapa hal lain lagi terus dilakukan oleh Pemda Malaka. Tujuannya, Bupati Stefanus ingin menjadikan Kabupaten Malaka sebagai tuan rumah terbaik dalam sejarah ETMC.

Dari berbagai cara yang dilakukan tersebut, ada hal menarik yang mungkin belum pernah atau jarang dilakukan oleh tuan rumah lain yaitu mengundang para tamu ala adat istiadat masyarakat setempat. Hal yang tidak pernah itu dilakukan oleh Pemda Malaka.

Baca Juga :  Simulasi : Pantai Lasiana Diguncang Gempa 7,3 Skala Richer

Untuk memeriahkan ETMC 2019, Pemda Malaka tidak hanya mengundang pemerintah kabupaten lain secara formal atau menggunakan surat undangan saja, tapi juga mereka mengundang para tamu undangan dari semua Kabupaten di Provinsi NTT secara adat-istiadat masyarakat Suku Tetum yang disebut dengan nama “Hamata“.

Hamata adalah cara yang dilakukan oleh masyarakat adat Suku Tetum untuk mengundang para tamu kehormatan secara lisan guna hadir pada sebuah acara. Biasanya, si pengundang, seorang pria dan seorang wanita yang datang dengan menggunakan busana adat dan membawa sirih-pinang atau selendang untuk diberikan kepada para tamu sebagai tanda penghormatan kepada si tamu undangan. Orang yang diundang pun akan menyambut kedatangan para pengundang dengan memberikan kembali sirih-pinang.

Baca Juga :  Jasa Raharja Dukung Kelabba Madja Jadi Ikon Pariwisata di Pulau Seribu Lontar

Kebiasaan hamata ini perlahan mulai pudar dimakan modernisasi. Akan tetapi, hamata masih dapat kita temui pada acara-acara adat, seperti pembuatan rumah adat, acara masuk minta, dan lain sebagainya.

Tulisan ini berasal dari redaksi