Pesona Pantai Motadikin

FlobamoraNews

MALAKA, Flobamora-news.com – Pantai Motadikin terletak di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Perbatasan RI-RDTL-Australia.

Kawasan itu merupakan salah satu tujuan wisata favorit yang ramai dikunjungi warga Indonesia di perbatasan RI dan Timor-Leste.

Sebuah gapura dengan panjang 10 meter dan lebar 3 meter terpajang di pintu masuk kawasan pantai wisata Motadikin. Di papan gapura tertulis ”Selamat datang di Pantai Wisata Motadikin.”

Di salah satu sisi gapura terdapat pos jaga yang sudah tak terawat. Kaca bangunan pos itu pecah berhamburan di lantai. Belum diketahui apa tujuan dan siapa yang melakukan hal itu.

Baca Juga :  E-Arsip Diluncurkan, Wujudkan Data Arsip Autentik

Sekitar 10 meter dari gapura, saat memasuki kawasan pantai, terdapat tulisan lagi di sisi kiri jalan, ”Kawasan Cagar Alam Maubesi”. Cagar alam ini ditetapkan dengan keputusan Menteri Kehutanan Nomor 394/Kpts/Um/5/2011 tanggal 7 Mei 2011. Luas kawasan 3.246 hektar (ha). 

Di kawasan itu terdapat Pantai Motadikin dengan panjang garis pantai sekitar 10 km. Sepanjang bibir pantai dihuni sekitar 220 keluarga. Mereka adalah petani-nelayan lokal dan warga dari luar.

Ratusan perahu nelayan rapi berjajar di sepanjang garis pantai. Tampak pula hamparan berbagai jenis pohon bakau di sepanjang pesisir. Di situ ada delta dan muara Sungai Benanain.

Baca Juga :  Satgas Pengaman Perbatasan Bersama Masyarakat Tebar 1.500 Bibit Ikan Bandeng

Keindahan Pantai Motadikin dengan hamparan rumput hijau dinaungi oleh timbunan pohon cemara. Di lokasi ini terdapat beberapa lopo atau rumah-rumah kecil yang disediakan Pemda Malaka untuk para wisatawan dapat bernaung.

Sebutan Motadikin atau Hilir Sungai untuk pantai ini, karna dialiri oleh dua aliran sungai. Dari sebelah utara terdapat aliran sungai dari kada yang biasa disebut oleh masyarakat setempat dengan sebutan Maubesi hasan dan dari sebelah selatan dialiri oleh Sungai Benenai yang hilirnya biasa disebut oleh masyarakat setempat dengan sebutan hasan motafoun.

Tulisan ini berasal dari redaksi