Prof Dadang Sunendar: Jadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional

FlobamoraNews

KUPANG, Flobamora-news.com – Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia menuai hasil mengembirakan hingga ke tingkat pencapain telah diajarkan di 45 Negara dan di lebih dari 250 lembaga.
Demikian penjelasan Kepala Badan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dadang Sunendar Saat diwawancara beritaflobamora.com di sela sela Kegiatan Lokakarya Penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah, bertempat di Hotel Silvia Kupang, Kamis/19 April 2018.

“Kami tidak mau mengklaim sendiri bahwa Bahasa Indonesia telah menjadi Bahasa Internasional “ jelas Prof Dadang

“Tapi dengan data yang dimiliki diserahkan kepada masyarakat untuk menilai, Jika dikatakan bahwa Bahasa Indonesia telah menjadi Bahasa Internasional, Atas dasar pengakuan sendiri, tidaklah bagus “ tandas Prof Danang Sunendar

Baca Juga :  Cinta Adat dan Budaya Jasa Raharja NTT Gelar Kunjungan Ke Desa Boti

Sesuai UU No 24 Tahun 2009 Pasal 44 “Kita Harus meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional bukan hanya sebagai Alat Komunikasi di tanah air dan Bukan Hanya sebagai jati diri “jelas Prof Dadang

Dorong Penggunaan Bahasa Daerah

NTT sebagai daerah yang sangat kaya dengan Bahasa Daerah, tercatat memiliki 68 bahasa daerah, Saat ditanya tentang upaya untuk memasukan Bahasa Daerah ke Dalam kurikulum sekolah sebagai muatan lokal, Prof Dadang, himbau Agar Pemda Wajib mengambil langkah tepat, sesuai UU No 24 Tahun 2009, Pemda berkewajiban mengembangkan, membina dan melindungi bahasa dan sastra daerah, khususnya daerah yang memiliki bahasa daerah yang cukup banyak seperti di Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Penampilan Sederhana Kedua Orang Tua Ikuti Pelantikan Angelo di Senayan

Terang Prof Dadang, “NTT Sangat Kaya dengan Bahasa Daerah, mendorong Pemerintah dari Provinsi hingga Kab/Kota “

Banyak hal yang bisa dilakukan dengan Kerja sama Antara Badan Bahasa dan Pemerintah Daerah Seperti Pemda dapat membuat Peraturan Daerah Tentang penggunaan Bahasa Daerah, Menghimbau para Orang Tua Agar mengajarkan Bahasa Daerah kepada anak anaknya, dan Upaya Balai Bahasa untuk membuat Kamus Bahasa Daerah.

Tulisan ini berasal dari redaksi