Beranda Wisata Budaya Tedi Iswanto: Jembatan Gantung Bima Sakti, Terindah di Indonesia

Tedi Iswanto: Jembatan Gantung Bima Sakti, Terindah di Indonesia

578
0

SOE, Flobamora-news.com – Peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS dalam pembangunan jembatan gantung Bima Sakti sangat luar biasa. Karena dalam kurun waktu Sembilan hari bisa menghadirkan jembatan indah yang diidamkan dua desa yakni Bonle’u TTS dan Noepesu TTU.

Namun selain personel TNI,.ada juga tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) dengan Program Expedisi 1000 jembatan dan masyarakat dua desa yang berbatasan di sekitar lokasi jembatan.

Tedi Iswanto, Koordinator VRI usai peresmian jembatan Selasa (14/7/2020) mengatakan sesuai pantauannya, jembatan tersebut dibangun bersama dan memang itu wajar karena setelah diresmikan, jembatan tersebut akan menjadi milik masyarakat untuk memudahkan penyebrangan.

Karena itu masyarakat harus gunakan sesuai dengan anjuran, selain itu juga perlu merawat agar dapat bermanfaat.

“Jembatan gantung ini dibangun dengan hati karna itu ketika masyarakat melewati harus senyum dan berbahagia”,.ujar Tedi disambut tepuk tangan warga.

Lebih lanjut kata Tedi,  jembatan Bima Sakti adalah yang ke 102 dari sekian banyak jembatan gantung yang dibangun di seluruh Indonesia melalui program expedisi 1000 jembatan.

Ketika ditanya terkait kekuatan jembatan, ia menjelaskan dari sisi ini bertahan hingga 15 tahun, kecuali untuk papan harus diganti setiap dua tahun.

Bahkan menurunya jembatan Bima Sakti adalah jembatan terindah yang pernah dibangun. “Jembatan gantung tertinggi ada di Papua (Puncak Jaya), sementara terpanjang ada di Jawa dan yang terindah ada di NTT”, ujar Tedi.

Pantauan flobamora.news.com – Jembatan gantung sepanjang 80 meter yang dikerjakan selama 9 hari itu dihadiri oleh masyarakat dua desa yang sangat senang dan antusias dengan adanya jembatan yang jadi kerinduan mereka.

Bahkan pada saat sesi foto bersama, semua yang hadir begitu larut mengabadikan momen baru yang ada di ke dua desa tersebut.

Informasi yang diperoleh dari Kepala Desa Noepesu, Yosep Mamo mengatakan bertahun tahun sungai yang digunakan untuk menyebrang pada musim hujan itu selalu memakan korban jiwa.

Karena ketika Satgas datang dan membantu mengerjakan jembatan gantung tersebut, pihaknya sangat merasa senang.

“Kami sangat senang sekaligus sedih.
Senang karna kerinduan kami terwujud namun sedih karna rumah saya akan mulai sepi”, kata Yosep.

Ia mengatakan hal itu karna saat banjir, rumahnya seakan-akan jadi hotel yang menampung masyarakat yang hendak menyebrang.

“Ya untuk menanti surutnya air, mereka berkumpul di rumah sang Kades tepatnya dipinggir sungai namun kini dengan adanya jembatan maka penyebrangan mulai lancar,bahkan dirinya merasa sedih karna harus berpisah dengan personel TNI yang sudah membantu masyarakat”, ujar Yosep

“Sedih karna kita akan berpisah, kami berterimakasih dan hanya bisa mendoakan Satgas Pamtas dan Tim VRI serta pihak yang terlibat”, pungkasnya.


Reporter: Jor T


Komentar