Tarif satu kali putaran pun dinilai sangat terjangkau, yaitu Rp10.000. “Harganya pas, disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat di sini,” tambahnya.
Nober berharap pemerintah dapat segera meninjau lokasi dan mendukung pengembangan tempat wisata ini lebih lanjut. “Kalau bisa, tambah dua atau tiga unit lagi, karena sekarang ini kami kadang harus antri cukup lama. Makin hari, makin banyak pengunjung yang datang. Kami juga berharap ada tambahan wahana lain seperti UTV, flying fox, jembatan gantung, hingga rumah pohon. Pohon-pohon di sini sangat mendukung untuk itu. Begitu juga UMKM di sekitar lokasi, semoga mendapat pendampingan agar bisa dikelola lebih profesional,” pungkasnya.
Menyambung harapan masyarakat, Kepala Desa Eonbesi, Nofrianto Manose, memberikan penjelasan terkait pengelolaan wisata ini. Beliau menyampaikan bahwa kedua unit ATV yang beroperasi berasal dari dana BUMDes.
“Ini terobosan kami agar keuangan desa tidak mandek, tetapi bisa berputar dan menambah Pendapatan Asli Desa,” ungkap Nofrianto Manose di lokasi wisata.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.