Bagi masyarakat Flores Timur, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wilayah tersebut selama ini menghadapi keterbatasan akses ekonomi yang mendorong tingginya angka migrasi kerja berisiko. Melalui pertanian berkelanjutan, generasi muda didorong menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi di daerahnya.
Salah seorang peserta asal Flores Timur, Marlis, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program magang.
«”Selama dua minggu kami belajar banyak hal baru, mulai dari teknik bertani yang lebih ramah lingkungan hingga cara mengelola kelompok tani secara lebih terstruktur. Yang paling berkesan adalah peran anak muda di sini sangat kuat dan sudah mampu mengakses lembaga keuangan dengan baik. Hal ini membuat kami lebih percaya diri untuk memulai usaha di kampung,” ungkapnya.»
Sementara itu, Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, SH, mengatakan bahwa Kabupaten TTS memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang harus terus dikembangkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
