SOE, Flobamora-News.Com – Upaya memperkuat kedaulatan pangan serta mengembangkan ekonomi lokal berbasis pertanian berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas daerah. Sebanyak 135 peserta yang terdiri atas 80 petani asal Kabupaten Flores Timur, 35 petani dampingan Caritas Indonesia, dan 20 petani dampingan Plan Indonesia, resmi menyelesaikan program kunjungan belajar dan magang selama dua pekan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jumat (19/6/2026).
Program kolaboratif yang melibatkan Plan Indonesia, GIZ, Bappenas, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Pemerintah Kabupaten TTS, Krisna Foundation, dan Caritas Indonesia tersebut ditutup melalui kegiatan refleksi lapangan di Kelompok Tani Tithetnao, Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS.
Selama kegiatan yang berlangsung sejak 8 Juni 2026, para peserta mempelajari berbagai praktik pertanian modern, mulai dari penerapan Good Agricultural Practices (GAP), Climate-Smart Agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim, hingga pendekatan Youth-Led Agri-food (YLAF) yang menempatkan generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan sektor pertanian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
