150 Penari Likurai Akan Tampil di Istana Negara pada HUT RI ke-74

images 7

Dikatakan bahwa kendati saat ini ada banyak kritikan dari berbagai kalangan terkait dengan budaya lokal, namun demi sebuah ke0entingan nasional, maka Pemerintah Kabupaten Belu harus menyatakan siap demi sebuah kepentingan yang lebih besar.

“Walau ada banyak kritikan soal budaya kita, tapi atas kepentingan nasional, maka kita harus menyatakan siap demi bangsa,” tegasnya.

Untuk diketahui, Tarian Likurai adalah tarian tradisional sejenis tarian perang yang khas dari daerah Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini biasanya dilakukan oleh beberapa penari pria dengan menggunakan pedang dan penari wanita dengan menggunakan Tihar atau kendang kecil sebagai atribut menarinya. Tarian Likurai ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di daerah Belu, Nusa Tenggara Timur, dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, upacara adat, pertunjukan seni dan festival budaya.

Tarian Likurai merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Belu, Nusa Tenggara Timur. Tarian ini awalnya merupakan tarian yang sering ditampilkan untuk menyambut para pahlawan yang pulang dari medan perang. Konon pada zaman dahulu di daerah Belu terdapat tradisi memenggal kepala musuh. Sehingga ketika mereka pulang dari medan perang selalu membawa kepala musuh yang dikalahkannya sebagai simbol keperkasaannya.



Exit mobile version