Setelah melihat langsung kondisi keluarga tersebut, Yusinta kemudian berkoordinasi dengan pemerintah setempat melalui Ketua RT.
Ia meminta agar persoalan tanah yang masih dicicil keluarga Oscar dan Lodia kepada pihak keluarga Sabuna dapat segera dikoordinasikan. Langkah itu diharapkan membuka jalan bagi rencana pembangunan rumah layak bagi keluarga tersebut.
Di tengah keterbatasan yang telah mereka jalani selama delapan tahun, harapan perlahan mulai tumbuh.
Mata Lodia berkaca-kaca. Dengan penuh haru, ia menyampaikan terima kasih kepada Yusinta dan suaminya yang telah datang, mendengar cerita mereka dan memberikan perhatian kepada keluarganya.
Bagi keluarga Oscar dan Lodia, rumah bukan sekadar bangunan berdinding kokoh dan beratap layak. Rumah adalah tempat bagi tiga anak mereka untuk belajar, beristirahat dan tumbuh tanpa lagi harus merasa malu atau menumpang hanya untuk mandi sebelum berangkat ke sekolah.
Setelah delapan tahun bertahan di gubuk tepi pantai, keluarga itu kini kembali menggenggam satu harapan: suatu hari mereka dapat membuka pintu rumah sendiri dan menyebutnya sebagai rumah kami.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












