SOE .Flobamora-News.Com – Kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Ketua Umum Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia Nusa Tenggara Timur (ARAKSI NTT), Alfred Baun, memunculkan dua versi kejadian yang berbeda. Di satu sisi Alfred membantah keras tuduhan tersebut, namun di sisi lain pihak sekolah membeberkan kronologi yang menyebutkan uang diminta secara terus-menerus.
Menurut Alfred, uang sebesar Rp15 juta yang diterimanya dari pihak SD Inpres Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, bukanlah hasil permintaan apalagi pemerasan. Ia menegaskan, uang tersebut diberikan secara sukarela setelah proses klarifikasi selesai dilakukan.
“Uang itu bukan saya yang minta, namun mereka yang datang dan menyerahkan langsung. Pertemuan berlangsung santai, kami bicara, minum kopi, makan sirih pinang, setelah itu mereka pulang. Tidak ada pembahasan soal meminta-minta uang,” tegas Alfred kepada awak media, Kamis (30/04/2026).
Alfred menjelaskan, kedatangannya awalnya bermaksud melakukan klarifikasi terkait dugaan penyimpangan pengelolaan dana sekolah tahun anggaran 2025. Ada sejumlah temuan yang disorot, mulai dari dana revitalisasi sekitar Rp600 juta, pengelolaan Dana BOS, hingga dugaan ketidakjelasan administrasi dan honor guru yang sangat rendah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
