SOE, TTS,Flobamora-News.Com | | Ketua Aliansi Rakyat Sipil Indonesia (Araksi) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyoroti maraknya praktik mafia kuota sapi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Melalui pernyataan tegas dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Jati Asih, Soe, pada Jumat, 17 April 2026, ia memberikan ultimatum kepada Pemerintah Daerah TTS. Jika dinilai tidak mampu mengatasi permasalahan ini, maka Bupati dan Wakil Bupati diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Araksi NTT menyampaikan tiga poin penting yang menjadi perhatian serius publik. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam secara diam-diam di lapangan terkait pengelolaan kuota sapi di TTS, serta mengumpulkan data dari berbagai sumber dan institusi terkait.
Berdasarkan hasil investigasi tersebut, ia menyimpulkan bahwa akar permasalahan mafia kuota sapi tidak berada di tangan para calo semata, melainkan melibatkan jajaran pimpinan tertinggi di daerah tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
