Araksi NTT: Bupati dan Wakil Bupati TTS Jika Tak Mampu Atasi Masalah Kuota Sapi, Lebih Baik Mundur

Avatar photo
Reporter : Marfin Honin
IMG20260417105014

SOE, TTS,Flobamora-News.Com | | Ketua Aliansi Rakyat Sipil Indonesia (Araksi) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyoroti maraknya praktik mafia kuota sapi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Melalui pernyataan tegas dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Jati Asih, Soe, pada Jumat, 17 April 2026, ia memberikan ultimatum kepada Pemerintah Daerah TTS. Jika dinilai tidak mampu mengatasi permasalahan ini, maka Bupati dan Wakil Bupati diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

 

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Araksi NTT menyampaikan tiga poin penting yang menjadi perhatian serius publik. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam secara diam-diam di lapangan terkait pengelolaan kuota sapi di TTS, serta mengumpulkan data dari berbagai sumber dan institusi terkait.

 

Berdasarkan hasil investigasi tersebut, ia menyimpulkan bahwa akar permasalahan mafia kuota sapi tidak berada di tangan para calo semata, melainkan melibatkan jajaran pimpinan tertinggi di daerah tersebut.