“Kami juga sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui lembaga agama baik mimbar di gereja maupun masjid, menyampaikan kepada masyarakat agar membuat suatu gerakan menanam holtikultura sehingga mampu menyediakan pasokan bahan makanan secara mandiri” ujarnya.
Lebih lanjut pada pertemuan bersama BGN, Bank NTT juga menawarkan jasa layanan pengelolaan dana selama pelaksanaan program makan bergizi berjalan. Sehingga Dana MBGR yang bersumber dari APBN itu dapat disalurkan melalui Bank NTT langsung ke pengelola dapur yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Nagekeo.
Sementara itu, Mario Molina dari Badan Gizi Nasional menjelaskan bahwa pelaksanaan program makan bergizi gratis dibagi dalam tiga skema. Penerapan yang dilakukan di Kabupaten Nagekeo masuk kategori tiga di mana BGN bekerjasama dengan mitra mandiri yang berasal dari pihak swasta. Verifikasi dimaksud jelas Mario meliputi, kekayaan dapur, peralatan dapur sesuai mekanisme yang ditentukan BGN.
“Untuk mitra ini siapa saja yang modal finansial dia bangun dapur dan siapkan peralatan masak yang terverifikasi sesuai standard BGN oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia” jelas Mario.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
