“Itu hasil pilih batu warna dari masyarakat. Mereka sudah pilih, saya harus beli. Kasihan mereka juga cari hidup. Ada yang punya anak kuliah, tetapi dibiayai dari hasil pilih batu. Jadi, dampaknya besar bagi masyarakat dan kebutuhan hidup,” jelas Saul.
Ia mengatakan, kegiatan pengumpulan dan pembelian batu warna tersebut berkaitan erat dengan mata pencaharian masyarakat sekitar. Menurutnya, persoalan yang berkembang perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi warga yang menggantungkan penghasilan dari kegiatan tersebut.
Selain membantah dugaan penambangan tanpa izin, Saul juga menanggapi pernyataan Permanes A. Manilapai yang mengaitkan aktivitas penambangan dengan kerusakan jalan lintas selatan, khususnya di kawasan Nob-Nob, Desa Oetuke.
Saul menilai kerusakan jalan tersebut tidak disebabkan oleh aktivitas pembelian atau pengumpulan batu warna di Pantai Oenikan. Ia berpendapat bahwa faktor alam, termasuk curah hujan tinggi yang memicu longsor, turut memengaruhi kondisi jalan di kawasan tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












