Rapat berlangsung cukup alot. Sebab, ada pimpinan parpol yang menghendaki bimtek saksi dilakukan di kabupaten. Tetapi, pimpinan parpol lainnya menginginkan bimtek saksi dilakukan di kecamatan. Lain lagi pimpinan parpol maunya bimtek saksi dilakukan di internal partai sendiri.
Alasan pimpinan parpol juga macam-macam. Sebab, bimtek saksi ini ada konsekuensi finansialnya.
Herry Kolo dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mengatakan, bimtek saksi di kabupaten itu konsekuensi finansialnya besar. Sebab, para saksi yang hadir sebagai peserta bimtek akan minta uang duduk. Tetapi, kalau bimteknya di kecamatan, selesai kegiatan peserta langsung pulang rumah.
“Konsekuensi finansialnya kecil”, kata Herry.
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Nasdem Simon Bria. Bagi Simon, sebetulnya saksi itu adalah urusan parpol.
“Jadi, parpol bertanggungjawab terhadap saksi. Sebab, parpol yang menjadi peserta pemilu”, katanya.
Rapat dipimpin komisioner Petrus Kanisius Nahak. Dia didampingi komisioner lainnya, Nadap Betty, dan Vinsen Bria selaku Koordinator Sekretariat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
