Di samping itu, kendaraan taktis operasional juga lengkap dan terawat, termasuk beberapa kendaraan hibah dari BNPB. Selain dukungan dari pemerintah pusat, BPBD Kabupaten Banjarnegara juga memiliki alutsista yang dibeli menggunakan anggaran daerah. Hal itu dimaknai Lilik sebagai keseriusan tim BPBD Kabupaten Banjarnegara dalam penanggulangan bencana di sana.
“Ini yang sangat bagus. BPBD memiliki empat gudang sesuai kriteria jenis barangnya. Kendaraan hibah dari BNPB juga sangat terawat. Saya mengapresiasi keseriusan teman-teman di sini. Dan setiap kali ada bencana, BPBD juga bersinergi dengan lintas OPD termasuk dunia usaha sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara bersama-sama,” kata Lilik.
*Tempat Evakuasi Sementara*
Dari hasil kunjungan kerja peninjauan lapangan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Banjarnegara, Deputi logpal BNPB juga berpesan agar pemkab dapat menyiapkan rencana kontijensi terkait penanganan darurat dan pengungsi.
Deputi logpal BNPB berharap kedepannya agar pihak pemkab dapat membuat aturan baku terkait _early warning system (EWS)_ termasuk tempat evakuasi sementara (TES). Jika terdapat tanda-tanda gejala alam yang dapat berpotensi menjadi bencana, masyarakat harus segera mengetahuinya dan menyelamatkan diri sebelum bencana terjadi. Oleh sebab itu, TES harus dimiliki oleh setiap desa untuk penyelamatan dan evakuasi mandiri.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
