Setiap individu harus memahami dari siapa ilmu itu didapat dan juga harus memperhatikan gurunya mendapatkan ilmu dari siapa yang silsilahnya menyambung sampai dengan Rasulullah saw sebagai sosok yang menjadi sumber ilmu agama Islam.
Mata rantai silsilah keilmuan inilah yang menurut Gus Yusuf merupakan sumber keberkahan. Bisa saja seseorang mendapatkan ilmu tanpa sanad namun dari sisi keberkahan patut dipertanyakan.
“Sanad secara bahasa adalah tempat kita berpijak. Pijakan-pijakan seperti anak tangga,” jelasnya.
“Sanad ini diperlukan untuk menentukan kevalidan sebuah ilmu, sebuah informasi, khususnya informasi tentang agama,” imbuhnya.
Pentingnya sanad keilmuan ini, lanjut Gus Yusuf, Syekh Ibnu Mubarak menegaskan bahwa sanad adalah bagian dari agama. Andaikan tidak ada sanad keilmuan, maka niscaya orang akan mengatakan tentang agama semaunya sendiri tanpa pertanggung jawaban.
Sehingga Gus Yusuf mengingatkan masyarakat untuk membedakan antara ilmu dan informasi. Ilmu hanya didapat melalui guru yang jelas sanad keilmuannya, sementara informasi bisa didapat kapan saja dan dari sumber siapa saja. Jika ilmu bisa dipastikan kebenarannya, sedangkan informasi belum jelas kebenarannya.
Tiga Jenis Sanad
Dalam artikel NU Online disebutkan bahwa ada tiga jenis sanad agama di masa sekarang. Pertama, Sanad Riwȃyah atau Ijȃzah. Sanad dalam kategori pertama berupa ijazah dari seorang guru kepada muridnya suatu kitab atau ilmu sebagaimana diperoleh dari guru sebelumnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
