“Ini bukan kegiatan seremonial satu hari. Kami ingin memastikan mereka melahirkan bayi sehat. Dari sinilah kita mulai memutus rantai stunting,” pungkasnya.
Ketua POGI NTT, dr. Erma Rautelasi, menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis, BUMN, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam upaya menekan stunting.
Menurutnya, peran dokter spesialis bukan hanya membantu proses persalinan, tetapi juga memastikan ibu dan bayi memperoleh perhatian sejak masa kehamilan.
“Tugas kami bukan hanya membantu melahirkan. Lebih dari itu, kami harus memastikan bayi lahir dengan berat normal, gizi cukup, dan punya peluang tumbuh optimal. Kolaborasi dengan Pegadaian dan pemerintah daerah ini adalah bentuk nyata kepedulian kita bersama untuk masa depan anak-anak NTT,” ujarnya.
Ia menilai intervensi sejak kehamilan sangat penting karena kondisi kesehatan dan kecukupan gizi ibu akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi.
Sekretaris Dinas Kesehatan TTS, Nahad S.E. Baunsele, yang hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan TTS, memberikan apresiasi terhadap langkah Pegadaian dan POGI.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
