Tanpa bertanya, Arnoldus menarik rambutnya dan langsung memotong rambutnya.
“Saat ia datang posisi saya sedang duduk sambil mengajar. Dia menarik rambut saya ke belakng dan langsung mengambil gunting dan potong rambut saya,” ujarnya.
Ia mengaku pasrah karena ketakutan melihat pelaku yang sedang marah.
“Saya hanya gunting sedikit saja rambutnya di bagian depan. Anak ini sampai sekarang pun rambutnya masih sama belum dipangkas. Kami memangkas rambut anak murid untuk mengingatkan atau memberi tanda saja,” terangnya.
Erlin, salah satu guru di SD Inpres Madawat menjelaskan, di sekolah tersebut memang ada peraturan seperti itu dan semua orang tua murid sudah mengetahuinya. Hal ini memang selalu dilakukan terhadap setiap murid laki-laki.
“Sudah ada ketentuan di sekolah dan ada aturan tertulis kalau ditegur sampai tiga kali belum dipangkas rambutnya maka guru akan memotong sedikit rambut di bagian depan. Ini dilakukan untuk mengingatkan saja bukan merusak rambut anak murid tersebut,” ungkapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
