“Desa Saenam ada tujuh tempat wisata yang dikelola hanya satu. Agustus galian sudah bisa dikelola jadi tempat wisata”, jelas Kades Saenam.
“Baskem tempat tinggal diserahkan kepada pemerintah Desa Saenam. Kami tidak minta uang hanya fasilitas jalan dan embung. Dulu orang dari Oepoli ke Kefa satu hari satu kali sekarang bisa 2x (Dua Kali). Hasil Bumi, Kopi, jeruk, bawang, merah dan putih, ubi jalar, dan wortel harganya sudah stabil.
Foto: PPK BPJN NTT Dirmala S.T.,
Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen/ Pejabat Penandatanganan Kontrak (PPK) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dirmala S.T., saat ditemui Media Flobamora-News.com menjelaskan bahwa program Jalan Nasional Sabuk Merah menjadi perhatian serius pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR karena lokasi jalan ini berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.
“Kami betharap, kehadiran Jalan Sabuk Merah dapat meningkatkan investasi dan pembangunan ekonomi di daerah sekitar. Dengan adanya jalan ini, investor dapat lebih mudah mengakses daerah tersebut dan melakukan investasi, sehingga meningkatkan pembangunan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru”, ujar Dirmala.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
