Di Perbatasan Timor Leste-RI, Jalan Sabuk Merah: Membuka Peluang Baru untuk Perekonomian Lokal

Avatar photo
Reporter : Lia Editor: Redaksi
Screenshot 20250807 125540 Gallery

“Desa Saenam ada tujuh tempat wisata yang dikelola hanya satu. Agustus galian sudah bisa dikelola jadi tempat wisata”, jelas Kades Saenam.

“Baskem tempat tinggal diserahkan kepada pemerintah Desa Saenam. Kami tidak minta uang hanya fasilitas jalan dan embung. Dulu orang dari Oepoli ke Kefa satu hari satu kali sekarang bisa 2x (Dua Kali). Hasil Bumi, Kopi, jeruk, bawang, merah dan putih, ubi jalar, dan wortel harganya sudah stabil.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Screenshot 20250807 130937 Gallery

Foto: PPK BPJN NTT Dirmala S.T.,

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen/ Pejabat Penandatanganan Kontrak (PPK) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dirmala S.T., saat ditemui Media Flobamora-News.com menjelaskan bahwa program Jalan Nasional Sabuk Merah menjadi perhatian serius pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR karena lokasi jalan ini berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

“Kami betharap, kehadiran Jalan Sabuk Merah dapat meningkatkan investasi dan pembangunan ekonomi di daerah sekitar. Dengan adanya jalan ini, investor dapat lebih mudah mengakses daerah tersebut dan melakukan investasi, sehingga meningkatkan pembangunan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru”, ujar Dirmala.