Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Kepala Desa Nununamat di Kolbano Dihajar Massa Hingga Babak Belur

Avatar photo
Reporter : Marfin Honin
IMG 20260418 105521

SOE, TTS .Flobamora-News.Com – Seorang Kepala Desa Nununamat yang bertugas di wilayah Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menjadi sasaran amukan massa usai diduga kedapatan berselingkuh dengan istri orang lain. Akibat perbuatannya tersebut, oknum pemimpin desa itu dianiaya hingga mengalami luka-luka serius dan kondisinya babak belur. Peristiwa yang menghebohkan warga setempat ini terjadi pada jumat malam, 17 April 2026.

Kejadian ini bermula ketika sejumlah warga mendapatkan informasi mengenai dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum kepala desa tersebut dengan istri dari warga setempat. Berdasarkan informasi yang beredar, warga kemudian melakukan pengecekan dan pengawasan, hingga akhirnya oknum kepala desa tersebut kedapatan basah sedang berduaan di luar dugaan dengan perempuan yang menjadi istri orang lain itu.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Mendapati kenyataan tersebut, emosi warga memuncak karena menilai perbuatan itu sangat memalukan, terlebih dilakukan oleh seorang pemimpin desa yang seharusnya menjadi teladan dan panutan dalam menjaga norma kesusilaan serta ketertiban masyarakat. Tanpa menunggu proses hukum berjalan, sejumlah warga yang merasa geram langsung menyerang dan menghajar oknum kepala desa tersebut. Akibat pukulan dan aniaya yang dilakukan secara bersamaan, kepala desa tersebut mengalami luka berat di sekujur tubuh, dan kepala hingga kondisinya terlihat sangat memprihatinkan atau babak belur.

Saat menghubungi awak media Sabtu 18/04/2026, kejadian, salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya menceritakan kronologi singkat peristiwa tersebut dengan nada emosional.

“Kaka, tadi malam kejadiannya sekitar jam 11 malam . Kepala desa itu ketahuan selingkuh sama istri orang. Warga marah besar, terus dia dipukuli sampai babak belur. Sekarang yang bersangkutan sudah diamankan dan dibawa ke Polsek Kolbano untuk proses lebih lanjut,” ungkap warga tersebut kepada awak media.

Warga itu juga menambahkan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh oknum kepala desa dinilai sangat merusak citra dan nama baik pemerintahan desa. Sebagai pemimpin yang dipilih oleh rakyat, seharusnya ia menjaga perilaku dan tidak melakukan hal-hal yang dapat mencoreng martabat lembaga pemerintahan di tingkat desa.

“Kami sangat kecewa. Dia itu pemimpin kami, seharusnya dia menjadi contoh yang baik, bukan malah berbuat hal yang tidak pantas seperti ini. Makanya warga jadi geram sendiri melihat kelakuannya,” tambahnya.

Setelah kejadian itu, aparat keamanan dari Polsek Kolbano segera turun tangan ke lokasi untuk meredakan situasi agar tidak memanas dan menimbulkan kerusuhan yang lebih besar. Oknum kepala desa yang menjadi korban penganiayaan tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke kantor polisi guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya awak media untuk melakukan konfirmasi langsung kepada oknum kepala desa yang bersangkutan maupun pihak keluarga belum berhasil dilakukan. Hal ini dikarenakan kondisi pasca peristiwa yang masih dalam penanganan pihak puskesmas Kolbano sehingga akses untuk berkomunikasi langsung masih terbatas.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kapolsek Kolbano, IPDA Ketut Susiana, SH, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penanganan kasus ini.

“Perkembangan kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan belum ada kejelasan secara pasti. Pihak kepolisian masih berupaya menelusuri kronologi kejadian secara mendetail. Saat ini, kondisi kepala desa yang bersangkutan masih mendapatkan perawatan medis di Puskesmas, sehingga kami masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak puskesmas terkait kondisi kesehatannya,” jelas Kapolsek.

Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian belum dapat memastikan secara pasti penyebab atau alasan oknum kepala desa tersebut dipukuli oleh massa. “Kami belum dapat memastikan secara pasti kenapa yang bersangkutan sampai dipukuli, karena kebenaran informasinya masih belum jelas. Kami akan menunggu hasil pemeriksaan dari pihak puskesmas terlebih dahulu. Setelah itu, kami akan menginformasikan secara rinci kepada publik terkait penyebab pasti dan perkembangan kasus ini,” pungkasnya.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara adil dan menyeluruh, baik terkait dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum kepala desa tersebut maupun tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh massa. Seluruh pihak yang terlibat akan diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kejadian ini menjadi sorotan tersendiri di tengah masyarakat, yang berharap agar pihak berwenang dapat segera mengungkap fakta sebenarnya dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Masyarakat juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan seluruh pemimpin di tingkat desa senantiasa menjaga amanah, integritas, serta norma yang berlaku di tengah masyarakat.