KUPANG, Flobamora-news.com — Persoalan klasik yang selama ini membayangi kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur akhirnya dibuka secara gamblang dalam Dialog Publik Program IRIS (Informasi Rakyat, Isu dan Solusi) yang digelar Sei News. Di balik target ambisius peningkatan PAD, terungkap satu akar masalah mendasar: data yang tidak akurat, yang berpotensi membuat penerimaan pajak “menguap” tanpa terdeteksi.
Plt. Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (Bapenda) NTT, Johny Ericson Ataupah, menegaskan bahwa persoalan data menjadi titik krusial dalam upaya optimalisasi pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor.
“Kita harus jujur bahwa salah satu masalah utama kita adalah data yang belum sepenuhnya akurat. Ini berdampak langsung pada perhitungan potensi pendapatan,” ujarnya dalam forum bertema Strategi Nyata Mengurai Simpul Samsat: Optimalisasi Pelayanan atau Sekadar Retorika?
Data Tidak Sinkron, Potensi Hilang
Dalam paparannya, Johny mengungkapkan bahwa masih banyak kendaraan yang secara administratif tercatat sebagai objek pajak, namun dalam kenyataan di lapangan sudah tidak aktif, rusak, bahkan tidak lagi digunakan. Ketidaksesuaian ini menyebabkan distorsi dalam basis data wajib pajak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












