Akibatnya, angka potensi penerimaan yang tercatat dalam sistem tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil, sehingga target yang disusun berisiko tidak tercapai.
“Kalau data kita tidak valid, maka semua perencanaan kita bisa meleset. Ini yang harus kita benahi dari hulu,” tegasnya.
Kepatuhan Rendah Perparah Situasi
Masalah data diperparah dengan rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak. Dalam forum tersebut terungkap bahwa hanya sekitar 40 persen masyarakat yang taat membayar pajak kendaraan bermotor, sementara sekitar 60 persen lainnya masih belum patuh.
Dekan FISIP Universitas Nusa Cendana, William Djani, menyebut kondisi ini sebagai persoalan serius yang berdampak langsung pada kemampuan fiskal daerah.
“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah potensi besar yang belum tergarap. Kalau bisa kita benahi, PAD kita bisa melonjak signifikan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tanpa perbaikan kepatuhan dan kualitas data, upaya peningkatan PAD akan terus menghadapi hambatan struktural.
Target Tinggi, Fondasi Rapuh
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












