Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Aparat Desa di TTS Babak Belur Dihajar Warga

Reporter : Yor Tefa
IMG 20260425 WA0015

Soe-flobamora-news.com , Seorang aparat pemerintah desa berinisial SB di Desa Eno Nabuasa, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), harus mengalami luka serius setelah diamuk massa. Aparat yang menjabat sebagai Kepala Dusun ini diduga terpergok sedang berselingkuh dengan wanita bersuami bernama YT di Desa Oepliki, Kamis (23/4/2026) malam.

 

Kejadian bermula dari kecurigaan warga yang melihat SB sering mendatangi rumah YT pada malam hari. Kecurigaan itu semakin kuat setelah warga melihat SB masuk ke rumah YT yang dalam keadaan gelap dan pintunya tertutup rapat saat lingkungan sekitar sedang sepi.

 

Berdasarkan keterangan saksi, Felipus Toislaka, melihat kedatangan SB di rumah YT sekitar pukul 19.00 WITA. Hingga pukul 21.00 WITA, pria tersebut belum juga keluar dari rumah tersebut.

 

“Saya dengan warga datang di rumah YT, sampai di rumah dalam keadaan gelap dengan menutup pintu, kami dengar suara desahan keras dari kamar YT, kami panggil tiba-tiba tidak ada yang menjawab,” ujar Felipus.

Baca Juga :  Laenmanen, Malaka Flobamora-News.Com – Di bawah terik matahari, semangat pantang menyerah terpancar dari seorang petani yang gigih. Seolah ingin memastikan setiap sudut Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, tersinari dengan keberhasilan. Panas yang menyengat dan keringat yang menetes tak sedikit pun mengurangi semangat Kepala Desa Tniumanu, Raymundus Ikun Pareira, bersama masyarakat yang tengah memanen tomat di Kebun Kelompok Tani Aperta, Sabtu (25/10/ 2025 ) . Lahan yang dulunya terlantar kini disulap menjadi kebun tomat dan cabai yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Tim media berkesempatan mengunjungi Kepala Desa Tniumanu, Raymundus Ikun Pareira, di Kebun Aperta. Saat itu, Rey, sapaan akrabnya, sedang memimpin masyarakat memanen tomat untuk dijual ke Timor Leste. Kades Ray Pareira tampil santai dan akrab di tengah masyarakat. Di sela-sela kesibukannya, ia terus memacu semangat masyarakat untuk terus bekerja keras dan mendukung ketahanan pangan. Ia mengungkapkan bahwa penyertaan modal ke Kelompok Tani Aperta dari APBDes tahun 2024 sebesar 50 juta rupiah. "Awalnya saya iseng saja. Tetapi berawal dari hobi di dunia pertanian, saya mengolah lahan kebun desa yang sebelumnya ditanami pisang. Atas dukungan Sebastian Momo, PPL yang berpengalaman dan profesional, kami mulai survei lahan dan sumber mata air pada bulan Oktober 2024," ujarnya kepada wartawan di Kebun Aperta. Kemudian, lanjut Rey Pereira, rencana itu diundur ke Desember 2024 setelah musim hujan tiba. Ia menjelaskan bahwa kebun hortikultura yang diberi nama Kelompok Tani Aperta ini berawal dari 8 ribu pohon tomat dan 4 ribu cabai rawit. Setelah berproses selama 3 bulan, akhirnya hasilnya mulai terlihat. "Saya sempat bingung soal pemasaran. Suatu malam saya merenung, jika tidak ada pembeli, saya akan perintahkan kepala dusun, kaur, dan kepala seksi untuk membagikan hasil panen kepada seluruh masyarakat," kisah Kades Rey Pereira. "Berkat publikasi media online, akhirnya ada yang menghubungi kami untuk membeli hasil kebun hortikultura Desa Tniumanu. Puji Tuhan, dari hasil panen musim pertama, kami meraup 90 juta rupiah. Kemudian, kami mengembalikan modal awal dan sisanya dibagikan kepada 5 orang pekerja di Kelompok Tani Aperta, masing-masing 8 juta rupiah," sambung Kades Rey Pereira. Dirinya sangat bangga karena pertanian hortikultura sangat menjanjikan. Hasil panen musim pertama itu terus memacu semangat tim kerja Kelompok Tani Aperta. "Saya bangga karena dari Kelompok Tani Aperta ini, tanpa sadar, bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat," ujarnya. Dia berharap anak-anak muda tidak perlu merantau, sebab di kampung sendiri ada hal-hal baik yang bisa menghidupi keluarga, tergantung kreativitas dan inovasi dari pribadi masing-masing. "Saya selalu menasihati anak-anak muda untuk terus bekerja keras, apa pun penghasilannya, yang penting halal dan bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup," ungkapnya. Saat ini, di Kebun Aperta sudah ditanam tomat musim kedua sebanyak 80 ribu pohon. Namun, mereka menghadapi kendala pemasaran karena harga tomat sedang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Rey Pereira juga mengeluhkan keterbatasan di Kelompok Tani Aperta, seperti kendala air, alsintan, bibit, pupuk, dan perlengkapan lainnya. "Kami juga berharap agar pemerintah bisa membangun komunikasi untuk membuka perbatasan Motamasin dan bekerja sama dengan Timor Leste, sehingga hasil pertanian dari Malaka bisa masuk atau terjual ke sana," pungkasnya. Program ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas SBS-HMS di bidang ketahanan pangan. "Saya mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program prioritas Pemerintahan SBS-HMS demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Malaka," tandasnya.


Exit mobile version