Namun, jalannya pembahasan berlangsung alot karena pengelola SPBU belum dapat menghadirkan data lengkap dan valid sebagaimana yang dibutuhkan dalam forum.
Ketiadaan data tersebut membuat sejumlah persoalan terkait distribusi dan pelayanan BBM belum dapat diverifikasi secara maksimal. Data diperlukan untuk mengetahui secara jelas volume BBM yang diterima, mekanisme penyaluran, hingga pelayanan kepada masyarakat.
Ketua DPRD Rote Ndao Alfred Saudila meminta para pengelola SPBU lebih profesional dengan menyiapkan data ketika diperlukan dalam forum resmi.
“Sangat disayangkan rapat sepenting ini pengelola SPBU tidak memiliki data untuk dipaparkan. Kita harap RDPU lanjutan mereka datang membawa data lengkap,” kata Alfred.
Hal senada disampaikan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk. Ia menegaskan agar seluruh pengelola SPBU menyiapkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan pada RDPU berikutnya.
“Pada RDPU berikutnya, kita mau mereka bawa data dan dapat dipertanggungjawabkan, biar terbuka jelas agar masyarakat tahu kalau pemerintah tidak terlibat dalam permainan BBM,” ujar Paulus.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
