Dugaan Mafia Kuota Sapi TTS , Nama Wakil Bupati dan Pihak Luar Terseret dalam RDP DPRD

IMG 20260403 120749

 

Menurutnya, alur pengurusan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ia diarahkan menemui pihak-pihak yang tidak memiliki kejelasan jabatan, yang menimbulkan kecurigaan adanya praktik di luar mekanisme resmi.

 

“Kalau kami pergi ke Pak Kadis, beliau bilang harus ketemu dulu dengan Pak Wakil. Sampai di Pak Wakil, saya disuruh ketemu dengan Seto. Seto ini kepala dinas yang mana? Kalau dia ada hubungan di dalam Dinas Peternakan, kami siap hormat. Tapi dia orang luar,” ungkapnya.

 

Fransina juga mengaku telah menyampaikan persoalan ini langsung kepada Bupati TTS. Dari penjelasan yang diterimanya, sosok tersebut bukan bagian dari struktur resmi pemerintah daerah.

 

“Saya ketemu Pak Bupati, saya cerita semua. Pak Bupati bilang, Seto itu ‘Aliansi’,” ujarnya.

 

Pengakuan ini memperkuat dugaan adanya intervensi pihak non-struktural dalam proses distribusi kuota sapi, sebuah kewenangan yang seharusnya berada sepenuhnya di tangan instansi teknis.

 

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten TTS, drh. Marthen J.K Banunaek, menegaskan bahwa pihaknya tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.



Exit mobile version