Menurut Sakarias, setiap kolam hanya diisi sekitar 800 ekor benih sehingga total benih yang diterima diperkirakan hanya sekitar 2.400 ekor atau diduga berkurang sekitar 600 ekor dari jumlah yang seharusnya diterima.
Selain itu, kelompoknya mengaku hanya menerima sembilan karung pakan, bukan 12 karung sebagaimana yang dijelaskan oleh Kepala Dinas.
“Kami hanya dapat sembilan karung pakan. Benih ikan untuk tiga kolam masing-masing sekitar 800 ekor, jadi kalau ditotal tidak sampai 3.000 ekor. Ukuran benih juga kecil-kecil dan tidak sama besar. Banyak yang mati. Setelah saya hitung jumlah yang mati sampai ratusan ekor. Saya sudah minta supaya diganti, tetapi sampai sekarang belum pernah diganti,” ungkap Sakarias saat ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (11/7/2026).
Berdasarkan pengakuan tersebut, diduga terdapat kekurangan sekitar 600 ekor benih. Apabila mengacu pada harga satuan dalam RAB sebesar Rp3.000 per ekor, maka nilai ekonominya diperkirakan mencapai sekitar Rp1.800.000 untuk satu kelompok penerima.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
