Penyelenggaraan festival mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Badan Pengembangan Budaya Provinsi NTT sebesar Rp20 juta, Yayasan Pikul Kupang sebesar Rp500 ribu, serta swadaya masyarakat yang menjadi kekuatan utama terlaksananya kegiatan tersebut.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa festival tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan penguatan identitas masyarakat Mollo.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kecamatan Tobu. Camat Tobu, Fondri Tapatab, menegaskan bahwa pemerintah akan menetapkan Festival Feset Tohalat Mollo sebagai agenda tahunan resmi kecamatan.
Menurutnya, pemerintah akan terus memfasilitasi penataan lokasi kegiatan, melengkapi sarana pendukung, serta membantu memperluas akses pemasaran produk-produk masyarakat agar manfaat ekonomi festival semakin dirasakan warga.
“Kami mengakui dan menetapkan festival ini sebagai agenda rutin resmi kecamatan dengan jadwal tetap setiap tahun agar tradisi ini terus hidup dan diwariskan kepada anak-anak kita. Yang sudah baik akan kita jaga, sementara yang masih kurang akan terus kita perbaiki bersama,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
