Salah satu korban aksi brutal tersebut adalah seorang wartawan. Saat melintas, ia tiba-tiba ditendang oleh para pemuda hingga terjatuh dari sepeda motornya. Wartawan tersebut mengaku merasa sangat ketakutan dan berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku. “Saya ditendang hingga jatuh. Mereka sekitar 5-10 orang,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya atas sikap petugas kepolisian yang terkesan membiarkan kejadian tersebut.
Ketika wartawan tersebut mencoba melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Tasbar, ia mendapati hanya ada satu petugas yang berjaga. Petugas tersebut hanya menyatakan bahwa anggota kepolisian telah berada di tempat kejadian perkara (TKP) dan telah membubarkan para pemuda yang membakar ban.
Lebih memprihatinkan lagi, setelah mengetahui korban yang ditendang adalah seorang wartawan, para pemuda tersebut malah berteriak, “Kenapa mau tulis di berita?”. Hal ini menunjukkan adanya upaya intimidasi dan penghalangan tugas jurnalistik.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kinerja aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dugaan pembiaran terhadap aksi geng motor tersebut menunjukkan kelemahan penegakan hukum di wilayah tersebut. Masyarakat berharap agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku, serta melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












