Dalam hal ketahanan pangan, Presiden menyatakan ketidaksetujuannya terhadap ketergantungan Indonesia pada impor pangan.
“Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya, bagaimana negara yang besar, luas, dan kaya ini harus bergantung pada bangsa lain untuk pangan kita,” ungkapnya.
Presiden Ke-8 Indonesia tersebut juga mengenang pengalamannya saat bertugas dan berlatih di desa-desa, di mana para petani dengan segala keterbatasan tetap memberikan bantuan kepada prajurit. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kesetiaan dan kecintaan petani terhadap bangsa. “Para petani adalah yang paling setia, paling loyal, dan paling merah putih di Republik Indonesia ini,” tutur Presiden.
Atas dasar pengalaman tersebut, Presiden menyampaikan keprihatinannya karena selama puluhan tahun petani dan nelayan dinilai kurang dihormati dan dilindungi. Oleh karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk membela kepentingan mereka.
“Ini adalah cara saya membalas budi dan membayar hutang kepada para petani Indonesia,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
