Gubernur menyampaikan lima instruksi strategis yang wajib dijalankan oleh seluruh jajaran komisaris dan direksi baru.
*1. Hentikan Ketergantungan Kredit ASN*
Instruksi pertama dan paling tegas adalah meminta manajemen menghentikan ketergantungan berlebihan pada kredit konsumtif Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selama ini, portofolio kredit Bank NTT dinilai masih didominasi kredit ASN yang bersifat konsumtif dan minim risiko. Gubernur meminta manajemen melakukan diversifikasi portofolio secara radikal.
“Bank harus lebih agresif menjangkau sektor-sektor produktif, tidak hanya mengandalkan kredit ASN. Optimalkan penyaluran KUR untuk UMKM guna menggerakkan ekonomi masyarakat akar rumput,” tegas Gubernur.
Langkah ini dinilai krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi riil di NTT yang 80 persen ekonominya ditopang oleh UMKM, pertanian, peternakan, dan perikanan.
*2. Wajib Sinergi Rutin Bulanan dengan Kepala Daerah*
Instruksi kedua, Gubernur mewajibkan pengurus Bank NTT melakukan koordinasi rutin setiap bulan dengan Bupati dan Wali Kota se-NTT selaku pemegang saham.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
