Gubernur  NTT Tinjau Tambak Garam di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang

20190404 203733

Untunglah pak Viktor datang dan tegaskan kepada kami untuk terus bekerja, ijinnya nanti menyusul,” kata Stenly.

Stenly kemudian sedikit menguraikan kondisi lapangan di lokasi itu.

“Total lahan yang akan digarap seluas 600 hektar. Sedangkan yang sudah digarap dan akan dipanen pada akhir bulan April ini seluas 20 hektar.

Untuk ke depannya sekitar bulan Oktober 2019, kami akan berusaha bekerja keras agar dapat melakukan panen raya di lahan seluas 600 hektar yang ada.

Kami berharap itu akan menjadi panen garam terbesar di NTT untuk tahun 2019,” sambung Stenly.

Direktur muda ini juga menjelaskan tentang tenaga kerja dan sistem pembayaran terhadap para pekerja.

“Saat ini jumlah pekerja yang ada sekitar 100 orang. Tetapi, jumlah itu akan bertambah pada saat panen nanti. Target kami seluruh masyarakat yang ada di lokasi ini sebagai pemilik lahan akan kita libatkan, bahkan menurut saya itu masih kurang. Karenanya, untuk panen nanti kita juga akan menggunakan alat berat,” ujar Stenly.

Sedangkan Yermia Seik, salah-satu pekerja di lokasi mengaku sangat senang dengan adanya usaha tambak garam itu. Ia berharap agar ketika panen nanti kehidupan ekonomi mereka bisa semakin baik.



Exit mobile version