Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
Jakarta, Flobamora-news.com -SEBAGAI penggubah siklus Suita Marzukiana kemudian merekam ke dalam album Suita Marzukiana sebelum mempergelarkannya sebagai repetoar resital pianoforte tunggal di panggung Carnegie Hall, saya memang harus mengakui bahwa saya bukan hanya penggemar namun juga pengagum untuk menghindari istilah bombastis : pemuja Ismail Marzuki.
Bahkan sebagai warga Indonesia saya berani menyatakan bahwa Ismail Marzuki lebih unggul ketimbang Franz Schubert dalam hal menggubah sekaligus melodi dan lirik lagu. Franz Schubert menggubah Lieder terbatas hanya melodi dan harmoninya, tanpa syair yang lazimnya ditulis oleh orang lain.
Sama halnya dengan Franz Schubert, Robert Schumann, Hugo Wolf dan Johannes Brahms maupun Richard Srauss yang bukan komponis lagu An der schoenen blauen Donau yang lebih terkenal di dunia sebagai The Blue Danube.
Kelebihan obyektif de facto Ismail Marzuki terhadap para penggubah Lieder dalam bahasa Jerman terletak pada kemampuan sang penggubah melodi sekaligus lirik yang telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
