Eko menjelaskan, tokoh-tokoh ini memberikan dukungan dan kontribusi dengan cara mereka masing-masing. Intinya, mereka percaya bahwa kehadiran organisasi seperti JMSI dibutuhkan tidak hanya dalam rangka mengembangkan kehidupan pers nasional, namun juga untuk mengembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara secara umum termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Bagaimana pun juga, pers yang profesional di era digital dan post truth ini adalah harapan dan pelita kita bersama. Suluh menuju cita-cita Indonesia Emas,” ujar Eko lagi.
Selain kesembilan tokoh nasional ini, JMSI juga akan memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh daerah yang memberikan kontribusi berfarti bagi pengembangan kehidupan pers di daerah. Penghargaan kategori itu juga akan diserahkan pada tanggal 19 Februari.
Sebelumnya, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa mengatakan, usia JMSI yang baru empat tahun terbilang muda. Di sisi lain, ini mengingatkan bahwa ruang bagi JMSI untuk tumbuh dan berkembang masih sangat luas. Dia mengingatkan agar anggota JMSI tidak berhenti untuk terus berinovasi dan berkolaborasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
