Daerah  

Implementasi CSR PT TBIG Fokus Meningkatkan Inklusivitas Sosial

IMG 20250414 WA0043

“Karena nggak bisa kita mengatasi masalah sosial sendirian, pemerintah saja banyak tantangan. Kita harus bisa melihat peluang harus berkontribusi, kita ikutan membantu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial. SDGs menjadi kompas kita untuk mengimplementasikan CSR’ katanya.

Dia mencontohi, pilar lingkungan misalnya, terkait dengan program menanam pohon, harus terlebih dahulu dengan melakukan perhitungan berdasarkan riset dan kajian seperti pemilihan lokasi, jenis bibit dan dampak terhadap lingkungan di masa depan. Begitupun pilar pendidikan juga pertimbangannya harus berdasarkan kesadaran filosofis, budaya harus kita lestarikan karena masih relevan.

Implementasi CSR pilar budaya dan pendidikan, TBIG selama ini membina generasi muda dari umur 17 sampai 25 tahun Pekalongan, Jawa Tengah dalam melestarikan batik dan juga kuliner. Bagi TBIG, batik merupakan kekayaan Intelektual juga tradisi yang harus dilestarikan secara turun temurun, jangan sampai lekang oleh waktu.

“Batik ini lebih ke identitas bangsa, kita sadar juga nggak bisa melestarikan batik dengan hanya pameran, kami melihat, tongkat estafet antara pembatik akan terputus. Sehingga kita bagaimana cara membuat generasi muda tetap berminat. Kami sudah jalani dari tahun 2014 di situ kita membuat pelatihan” paparnya.



Exit mobile version