Sementara itu pilar kesehatan, TBIG melihat belakangan ini persoalan sosial yang terjadi bukan lagi bagaimana masyarakat mengeluh akan sulitnya akses fasilitas kesehatan akan tetapi lebih kepada konteks edukasi hidup sehat seperti stunting, kesehatan ibu hamil, balita, sanitasi lingkungan dan pola hidup sehat dalam keluarga. “Dengan Mobil klinik bagaimana kita hadir membantu masyarakat dan pemerintah mempercepat pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat” bebernya.
Implementasi CSR PT TBIG pun hadir membantu masyarakat terdampak bencana dengan melakukan rekonstruksi fasilitas pasca bencana di sejumlah wilayah di Indonesia.Tercatat pada tahun 2024, penerima bantuan akibat bencana tersebar di 24 provinsi dan 139 Kabupaten/Kota. “Empat pilar menjadi hal yang fundamental, sehat kita tingkatkan kualitas pendidikan untuk menjadi masyarakat berbudaya dan memberikan manfaat bagi lingkungan” tuturnya.
Sedangkan pilar Pendidikan, TBIG telah melakukan survey di tahun 2016 terhadap tantangan yang dihadapi sekolah Kejuruan (Vokasi) yang mana kesimpulannya lembaga pendidikan swasta lebih rentan menghadapi tantangan baik dari sisi infrastruktur maupun SDM. Dari segi infrastruktur sekolah vokasi ini 80 persen tidak memiliki peralatan memadai di bidang teknis.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
