Robert menyarankan agar dalam pengembangan Agrowisata di Kabupaten Nagekeo, Pemerintah Daerah sejatinya fokus di satu destinasi. Misalnya, obyek yang mau dijual adalah Kampung Wisata Kawa, semestinya fokus mengelola paket wisata penunjang lainnya seperti keberagaman budaya, produk lokal tambahan, ritual adat maupun kuliner lokal.
Ketika disinggung soal trand jumlah wisatawan yang masih minim, pria asal Nangaroro ini mengatakan bahwa, pasca pandemi Covid-19, geliat wisatawan sudah mulai perlahan beralih fokus dari kuantitas ke kualitas. “Kualitas yang dimaksud itu kita upayakan semaksimal mungkin sehingga wisatawan itu betah dan terlibat langsung di dalamnya, artinya ketika dia berada di suatu obyek wisata misalnya ada hal yang dia ingat, ada pengelaman lebih” ujar Robert.
Landscape persawahan irigasi Mbay kata Robert ideal jika dikembangkan menjadi destinasi agrowisata tergantung bagaimana Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait mendesainnya dengan baik. “Kalau kita lihat potensi dataran Mbay kita bisa kembangkan jalan aspal menjadi cycling tours maupun tour mobil klasik (Volkswagen tour) mengelilingi dataran irigasi Mbay sembari menikmati sunset” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
