Ketua Umum IPPU, Marianus Inosensius Salu (yang akrab disapa Ino), menyampaikan kepada media bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian nyata pemuda terhadap lingkungan dan sektor pertanian di kampung halaman. “Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda tidak hanya ada di wacana atau diskusi, tetapi juga turun langsung ke lapangan, bekerja bersama masyarakat untuk menjaga sumber kehidupan bersama. Saluran irigasi ini adalah jantung dari pertanian di sini – jadi merawatnya berarti merawat kesejahteraan warga,” ujar Ino.
Di tempat yang sama, Ignosius Bota – mantan Ketua IPPU yang baru saja menyelesaikan masa jabatan – menekankan bahwa sektor pertanian adalah denyut nadi kehidupan masyarakat pedesaan di Insana Utara. “Menjaga kelancaran irigasi tidak hanya soal air untuk sawah, tetapi juga soal keberlangsungan ekonomi dan keamanan pangan masyarakat setempat. Tanpa air yang cukup, petani akan kesulitan menghasilkan panen yang memadai,” katanya.
Ignosius juga menambahkan bahwa momentum Natal dan Tahun Baru menjadi kesempatan sempurna bagi pemuda untuk merefleksikan nilai-nilai kasih, solidaritas, dan pengabdian. “Nilai-nilai Natal tidak cukup hanya dirayakan dengan pesta atau doa semata – harus diwujudkan dalam tindakan yang bermanfaat. Ini adalah cara kita menunjukkan bahwa kita peduli dengan sesama dan lingkungan yang kita huni,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
