“Karena dia mau pukul saya, makanya saya bilang kalau kau mau pukul saya, lebih baik saya telepon kapolsek. Kepala Desa Nanaenoe juga sempat tegur dia karena dia ancam mau tikam kami dua. Kepala Desa Nanaenoe bilang, ‘Kau tikam kami berarti kau masuk penjara’. Tapi dia (Gregorius, red) bilang, ‘Saya masuk penjara juga nanti keluar kembali, tapi kamu dua sudah mati,” kisahnya.
Saat itu ada dua anggota Brimob di Lokasi. Melihat ada pertengkaran itu, kedua Brimob langsung datang ke lokasi kejadian untuk mengamankan Gregorius.
Menurut Kandrianus, kedua Brimob itu sempat memukul Gregorius karena melihat Gregorius sedang mengancam kepala desa.
“Jadi, Kedua Brimob itu sempat pukul dia (Gregorius, red) karena dia mau pukul saya to. Kalau saya sama sekali tidak pukul dia” elaknya.
Akan tetapi, ketika ditanya soal lebam dan luka yang ada pada tubuh Gregorius, Kandrianus berkelik bahwa kemungkinan Gregorius terjatuh.
“Jadi, dia datang dengan mabuk parah. Kemungkinan dia jatuh sampai mulut luka. Setelah itu dia bilang saya pukul dia, sembarang saja,” tegasnya. “Jadi kalau ada yang bilang saya pukul dia itu keliru,” lanjutnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
