Kehadiran Bank DKI Nantinya Apakah Malaikat atau Setan

Reporter : Ot Seo Editor: Dedy
20240517 111343

ADPRD NTT tiga periode ini menyatakan dirinya sebagai anggota Pansus akan tetapi Dia menilai laporan LKPJ tidak dimunculkan persoalan Bank NTT secara transparan.

Laporan Pansus itu tidak secara terang benderang, apa masalah bank NTT. Ini pertanyaan saya (Yohanes Rumat, red) sebagai ADPRD NTT dan anggota Pansus.

“Ini hak saya untuk mempertanyakan hal itu. Kenapa di LKPJ tidak munculkan persoalan bank NTT secara transparan. Sementara pembahasan kita di internal itu ada pointers- pointers yang dimana DPR tidak boleh masuk terlalu jauh musebab adanya suntikan dana dari Bank DKI,” kata Anis.

Dia menilai Pengawasan bank tersebut kurang transparan dan tidak efisien. Kita harus jelas, siapa yang bertanggung jawab penuh terhadap operasional dan pengawasan Bank NTT.

Ketidakjelasan ini dapat berdampak buruk pada kinerja dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan tersebut.

Anis juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai potensi penyalahgunaan dana dan kurangnya akuntabilitas yang bisa merugikan nasabah dan masyarakat luas. Ia mendesak agar dilakukan audit menyeluruh untuk memastikan bahwa Bank NTT dikelola dengan baik dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Pemerintah daerah harus lebih proaktif dalam mengawasi dan memastikan bahwa Bank NTT beroperasi dengan baik. Pengawasan yang lemah hanya akan membuka peluang bagi penyalahgunaan wewenang dan merugikan masyarakat,” harapnya.



Exit mobile version