JAKARTA, Flobamora-News.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu AS) Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah hingga Lima juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk informasi mengenai Tiga pekerja Information technology/IT (Teknologi Informasi) asal Korea Utara dan manajer mereka. Keempat orang itu dicari karena dinilai terlibat dalam operasi yang memungkinkan mereka mendapatkan pekerjaan jarak jauh secara ilegal dengan identitas palsu milik warga negara Amaerika Serikat (AS).
Keempatnya menggunakan nama samaran Han Jiho, Jun Chunji dan Xu Haoran, dan Zhonghua yang merupakan manajer kelompok ini.
Aksi keempatnya menghasilkan uang sebesar 6,8 juta dolar Amerika Serikat (AS) yang diserahkan kepada pemerintah Korea Utara (Korut).
Aksi keempat warga negara Korea Utara ini diperoleh dari penyelidikan yang dilakukan pengadilan terhadap seorang wanita dari Arizona, Christina Chapman.
Selama Oktober 2020 sampai Oktober 20024 Chapman membantu para pekerja Information technology (IT) dari Korea Utara mendapatkan pekerjaan untuk pengembangan perangkat lunak dan aplikasi jarak jauh dengan perusahaan di berbagai sektor dan industri, katanya. Mereka menggunakan identitas palsu milik lebih dari 60 warga Amerika Serikat asli.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
