Kemerdekaan di Tengah Gemuruh Duka: Refleksi dari NTT

Reporter : Marno Bunda Editor: Okber Bait
IMG 20260817 WA0001

Oleh: Marno Neno Bunda, S. Pt.

Bendera Merah Putih berkibar. Lagu kebangsaan bergema. Di tengah gemerlap perayaan HUT RI yang kita sambut dengan suka cita, ada getar- getar halus yang tak terlihat getaran yang berasal dari ribuan kilometer di timur Indonesia, di mana Flores, Nusa Tenggara Timur, baru saja diguncang gempa berkekuatan 7,7 magnitudo.

Saya menulis ini bukan sebagai pengamat, tetapi sebagai anak bangsa yang lahir dari tanah Timur, yang kini tengah menahan tangis. Dirgahayu Indonesia bukan sekadar ucapan manis di podium, melainkan hening sejenak untuk merasakan bagaimana tanah Ibu Pertiwi berguncang di bawah kaki saudara-saudari kita.

Ada paradoks yang menusuk di sini. Di saat orasi kemerdekaan menggema, di saat bendera naik dengan gagah, saudara-saudari kita di Flores justru sedang berlari keluar rumah, berteriak histeris, dan menangis di tengah puing-puing. Mereka merayakan nafas, bukan keriaan. Hari kemerdekaan bagi mereka mungkin bukan soal upacara, tetapi soal bertahan hidup.



Exit mobile version