Oleh: Marno Neno Bunda, S. Pt.
Bendera Merah Putih berkibar. Lagu kebangsaan bergema. Di tengah gemerlap perayaan HUT RI yang kita sambut dengan suka cita, ada getar- getar halus yang tak terlihat getaran yang berasal dari ribuan kilometer di timur Indonesia, di mana Flores, Nusa Tenggara Timur, baru saja diguncang gempa berkekuatan 7,7 magnitudo.
Saya menulis ini bukan sebagai pengamat, tetapi sebagai anak bangsa yang lahir dari tanah Timur, yang kini tengah menahan tangis. Dirgahayu Indonesia bukan sekadar ucapan manis di podium, melainkan hening sejenak untuk merasakan bagaimana tanah Ibu Pertiwi berguncang di bawah kaki saudara-saudari kita.
Ada paradoks yang menusuk di sini. Di saat orasi kemerdekaan menggema, di saat bendera naik dengan gagah, saudara-saudari kita di Flores justru sedang berlari keluar rumah, berteriak histeris, dan menangis di tengah puing-puing. Mereka merayakan nafas, bukan keriaan. Hari kemerdekaan bagi mereka mungkin bukan soal upacara, tetapi soal bertahan hidup.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






![[Update] – Dampak Gempa M7.7 NTT, Korban Meninggal Dunia Menjadi 53 Jiwa 7 Screenshot 20260817 132134 Video Player](https://www.flobamora-news.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_20260817_132134_Video-Player-250x140.jpg)





![[Update] – Dampak Gempa M7.7 NTT, Korban Meninggal Dunia Menjadi 53 Jiwa 13 Screenshot 20260817 132134 Video Player](https://www.flobamora-news.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_20260817_132134_Video-Player-400x225.jpg)