Kemerdekaan di Tengah Gemuruh Duka: Refleksi dari NTT

Avatar photo
Reporter : Marno Bunda Editor: Okber Bait
IMG 20260817 WA0001

Sebagai mantan Ketua BLM FPKP Undana dan sekarang bagian dari Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI), saya mengajak kita semua untuk memaknai ulang esensi “Kemerdekaan” . Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab. Kita merdeka agar bisa merasakan duka sesama. Kita merdeka agar tangan kita tidak hanya mengepal di jalanan, tetapi juga terulur untuk membantu.

Saya tidak ingin berbicara tentang statistik korban. Saya ingin berbicara tentang denyut nadi kemanusiaan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Flores adalah ladang harapan. Di sana ada peternak yang sapinya menjadi tulang punggung ekonomi, ada ibu-ibu yang pagi buta memerah susu, ada pemuda-pemudi yang bermimpi. Namun hari ini, gempa telah merobek sebagian mimpi itu. Karena itu, biarlah perayaan kemerdekaan kali ini kita hadiri dengan lilin, bukan hanya kembang api. Biarlah doa kita panjatkan dengan air mata, bukan hanya tepuk tangan.

Mari turut merasakan duka yang mendalam. Jika kita tidak bisa berada di sana menyentuh puing-puing, setidaknya kita bisa menghangatkan mereka dengan perhatian. Jika kita tidak bisa membangun rumah mereka, setidaknya kita bisa membangun kembali harapan mereka melalui kepedulian kita.